Scribd Me

  is where my documents live!

Senin, 31 Oktober 2011

Kredit


1. Pengertian, Tujuan dan Fungsi Kredit Perbankan
Menurut Raymond P. Kent  seperti dikutip oleh Malayu S.P Hasibuan  (2007, 12) didefinisikan,
Kredit adalah hak untuk menerima pembayaran atau kewajiban untuk melakukan pembayaran pada waktu yang diminta, atau pada waktu yang akan datang  karena penyerahan barang-barang sekarang.
Menurut Iswi Hariyani (2010, 10) menyatakan “Kredit yang diberikan oleh bank didasarkan atas kepercayaan sehingga pemberian kredit merupakan pemberian kepercayaan kepada nasabah”.
Sedangkan pengertian kredit dijelaskan oleh PAPI revisi 2001 dalam Eddie Rinaldy (2009,29) :
Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam (debitur) untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga, imbalan atau pembagian hasil keuntungan . Termasuk dalam pengertian kredit dalam restrukturisasi, dan pembelian surat berharga debitur yang dilengkapi dengan note purchase agreement atau NPA.
Dari pengertian yang dikemukakan beberapa ahli, dapat disimpulkan bahwa kredit adalah semua pinjaman yang didasarkan oleh kepercayaan bahwa debitur akan mengembalikan pinjaman beserta bunganya sesuai perjanjian yang telah disepakati.
            Kasmir (2008, 100) mengemukakan tujuan  pemberian suatu kredit, yaitu :
1.    Untuk mencari keuntungan.
Bertujuan untuk memperoleh hasil dari pemberian kredit tersebut. Hasil tersebut terutama dalam bentuk bunga yang diterima oleh bank sebagai balas jasa dan biaya administrasi kredit yang dibebankan kepada nasabah.
2.    Untuk meningkatkan usaha nasabah debitur.
Untuk membantu usaha nasabah yang memerlukan dana, baik dana investasi maupun dana untuk modal kerja. Dengan dana tersebut, maka pihak debitur akan dapat mengembangkan dan memperluas usahanya.
3.    Untuk membantu Pemerintah.
Bahwa, dengan banyaknya kredit yang disalurkan oleh bank-bank, hal ini berarti dapat meningkatkan pembangunan disegala sektor, khususnya disektor ekonomi.

Sedangkan menurut Thomas Suyatno, dkk (2007, 15) menyatakan bahwa :
Tujuan kredit yang diberikan oleh suatu bank, khususnya bank pemerintah yang akan mengembangkan tugas sebagai agent of development adalah untuk:

a.    Turut menyukseskan program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan
b.    Meningkatkan aktivitas perusahaan agar dapat menjalankan fungsinya guna menjamin terpenuhinya kebutuhan masyarakat
c.    Memperoleh laba agar kelangsungan hidup perusahaan terjamin dan dapat memperluas usahanya.
Fungsi kredit bagi masyarakat antara lain:
1.    Menjadi motivator dan dinamisator peningkatan kegiatan perdagangan dan perekonomian
2.    Memperluas lapangan kerja bagi masyarakat
3.    Memperlancar arus barang dan arus uang
4.    Meningkatkan hubungan internasional (L/C, CGI, dll)
5.    Meningkatkan  produktifitas dana yang ada
6.    Meningkatkan daya guna (utility) barang
7.    Meningkatkan kegairahan berusaha masyarakat
8.    Memperbesar modal kerja perusahaan
9.    Meningkatkan income percapita (IPC) masyarakat
10.Mengubah cara berpikir/ bertindak masyarakat untuk lebih ekonomis
(Malayu S.P Hasibuan, 2008, 88)
2. Jenis Kredit dalam Perbankan
Menurut Ismail ( 2010, 99-108 ) kredit dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain :
1.              Kredit dilihat dari Tujuan Penggunaan
a.    Kredit Investasi,merupakan kredit yang diberikan oleh bank kepada debitur untuk pengadaan barang-barang modal yang mempunyai nilai ekonomis lebih dari satu tahun.
b. Kredit Modal Kerja, merupakan kredit yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja yang biasanya habis dalam satu siklus usaha.
c.  Kredit Konsumtif, merupakan kredit yang diberikan kepada nasabah untuk membeli barang dan jasa untuk keperluan pribadi dan tidak untuk digunakan keperluan usaha.
2.     Kredit dilihat dari Jangka Waktunya
a.    Kredit Jangka Pendek, merupakan kredit yang diberikan dengan jangka waktu maksimal satu tahun.
b.    Kredit Jangka Menengah, merupakan kredit yang diberikan dengan jangka waktu antara satu tahun sampai tiga tahun.
c.    Kredit Jangka Panjang, merupakan kredit yang jangka waktunya lebih dari tiga tahun.

3.     Kredit dilihat dari Cara Penarikannya
a.    Kredit Sekaligus, yaitu kredit yang dicairkan sekaligus sesuai dengan plafon kredit yang disetujui.
b.    Kredit Bertahap, yaitu kredit yang pencairannya tidak sekaligus, akan tetapi secara bertahap 2,3,4 kali pencairan dalam masa kredit.
c.    Kredit rekening Koran, yaitu kredit yang penyediaan dananya dilakukan melalui pemindahbukuan.



4.     Kredit dilihat dari Sektor Usaha
a.    Sektor Industri, yaitu kredit yang diberikan kepada nasabah yang bergerak dalam sektor industri.
b.    Sektor Perdagangan,yaitu kredit yang diberikan kepada nasabah yang bergerak dalam bidang perdagangan.
c.    Sektor Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Perkebunan, yaitu kredit yang diberikan dalam rangka meningkatkan hasil di sektor pertanian,perkebunan, peternakan, dan perikanan.
d.   Sektor Jasa,
Sebagaimana tersebut dibawah ini yang dapat diberkan kredit oleh bank antara lain :
1.          Jasa Pendidikan
2.          Jasa Rumah Sakit
3.          Jasa Angkutan
4.          Jasa Lainnya
e.         Sektor Perumahan, yaitu kredit yang diberikan kepada debitur yang bergerak dibidang pembangunan perumahan.

5.     Kredit dilihat dari Segi Jaminan
a.         Kredit dengan Jaminan (secured loan), merupakan kredit yang didukung dengan jaminan (agunan)
b.        Kredit Tanpa Jaminan (unsecured loan), merupakan kredit yang diberikan kepada debitur tanpa didukung adanya jaminan dan diberikan atas unsur kepercayaan.
Contohnya Kredit Tanpa Agunan.

Kredit Tanpa Agunan atau yang disingkat dengan nama KTA atau dikenal juga dengan nama Pinjaman Tanpa Agunan adalah merupakan sebuah produk perbankan yang memberikan fasilitas pinjaman kepada peminjam tanpa adanya sebuah aset yang dijadikan jaminan atas pinjaman tersebut.

(Tanpa Agunan Tetap Bisa Kredit, Safir Senduk., diakses 20 Januari 2011)

Kredit jenis ini diberikan dengan melihat prospek usaha, karakter serta loyalitas si calon debitur selama berhubungan dengan bank yang bersangkutan.

6.        Kredit dilihat dari Jumlahnya
a.    Kredit UMKM, merupakan kredit yang diberikan kepada pengusaha dengan skala usaha sangat kecil.
b.    Kredit UKM, merupakan kredit yang diberikan kepada pengusaha dengan batasan antara Rp 50.000.000,- dan tidak melebihi Rp 350.000.000,-
c.    Kredit Korporasi, merupakan kredit yang diberikan kepada debitur dengan jumlah besar dan diperuntukkan kepada debitur besar (korporasi).

Dapatkan Form Komentar Facebook

Get This Comment Form

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar